Artikel Kami

Cara Iklan di Google: Langkah Mudah untuk Pemula dan Bisnis

Saat seseorang mencari produk atau jasa di Google, kemungkinan besar mereka sedang membutuhkan solusi. Inilah alasan mengapa banyak bisnis mulai memanfaatkan Google Ads untuk menjangkau calon pelanggan yang memiliki niat membeli lebih tinggi dibandingkan media promosi lainnya.

Namun, tidak sedikit pemilik bisnis yang masih bingung bagaimana cara memulai. Mulai dari membuat akun, menentukan budget, memilih keyword, hingga memastikan iklan dapat tampil kepada target pelanggan yang tepat.

Jika Anda masih baru mengenal platform ini, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa itu Google Ads dan bagaimana cara kerjanya agar lebih mudah memahami proses penayangan iklan dan faktor yang memengaruhi performanya.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara iklan di Google secara bertahap, mulai dari persiapan yang perlu dilakukan hingga langkah-langkah membuat kampanye yang efektif untuk membantu bisnis mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Iklan di Google?

Sebelum membuat kampanye, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan. Persiapan yang matang akan membantu proses pembuatan iklan menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi risiko kesalahan yang dapat memengaruhi performa kampanye.

1. Memiliki Akun Google

Langkah pertama adalah memiliki akun Google yang akan digunakan untuk mengakses Google Ads.

Apabila belum memiliki akun, Anda dapat membuatnya secara gratis. Setelah itu, akun tersebut dapat digunakan untuk membuat dan mengelola berbagai kampanye iklan.

Google juga menyediakan dokumentasi resmi mengenai proses pembuatan kampanye melalui Google Ads Help Center, sehingga Anda dapat mengikuti panduan sesuai praktik yang direkomendasikan langsung oleh Google. 

2. Menyiapkan Website atau Landing Page

Setelah pengguna mengklik iklan, mereka akan diarahkan ke halaman tujuan atau landing page. Oleh karena itu, halaman ini memiliki peran penting dalam mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan.

Pastikan landing page yang digunakan memiliki beberapa kriteria berikut.

  • Menjelaskan produk atau layanan dengan jelas.
  • Mudah diakses melalui perangkat mobile maupun desktop.
  • Memiliki kecepatan loading yang baik.
  • Menampilkan informasi kontak yang mudah ditemukan.
  • Memiliki Call to Action (CTA) yang jelas, seperti Hubungi Kami, Konsultasi Gratis, atau Minta Penawaran.

Menurut dokumentasi resmi Google Ads, pengalaman pengguna pada landing page menjadi salah satu faktor yang memengaruhi Quality Score, sehingga halaman yang relevan dapat membantu meningkatkan kualitas iklan sekaligus efisiensi biaya. 

3. Menentukan Tujuan Kampanye

Sebelum menentukan keyword maupun budget, tentukan terlebih dahulu tujuan utama Anda beriklan di Google.

Beberapa tujuan yang paling umum antara lain:

  • Mendapatkan lebih banyak prospek (lead).
  • Meningkatkan penjualan produk atau jasa.
  • Mendatangkan lebih banyak telepon atau pesan WhatsApp.
  • Meningkatkan kunjungan ke website.
  • Menjangkau pelanggan di wilayah tertentu.

Dengan tujuan yang jelas, Anda akan lebih mudah memilih jenis kampanye, menentukan target audiens, dan mengukur keberhasilan iklan.

4. Menentukan Budget Awal

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah, “Berapa budget yang dibutuhkan untuk mulai iklan di Google?”

Sebenarnya, Google Ads tidak memiliki biaya minimum yang bersifat tetap. Anda bebas menentukan anggaran harian sesuai kebutuhan dan kemampuan bisnis.

Meskipun demikian, budget sebaiknya tidak hanya cukup untuk menayangkan iklan, tetapi juga mampu mengumpulkan data yang diperlukan untuk proses evaluasi dan optimasi.

Jika Anda masih bingung menentukan anggaran yang sesuai, pelajari terlebih dahulu berapa biaya pasang iklan di Google Ads agar dapat memperkirakan budget berdasarkan tingkat persaingan keyword, target wilayah, dan tujuan kampanye. 

Checklist Sebelum Membuat Iklan di Google

Mengapa Persiapan Sangat Menentukan Hasil Iklan?

Banyak pelaku bisnis beranggapan bahwa semakin besar anggaran yang dikeluarkan untuk Google Ads, semakin besar pula peluang mendapatkan pelanggan. Padahal, keberhasilan sebuah kampanye lebih dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan daripada besarnya budget semata. .

Kampanye yang dikelola dengan strategi yang tepat sering kali mampu menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan kampanye dengan budget besar tetapi tanpa persiapan yang matang.

Misalnya, iklan berhasil mendapatkan banyak klik, tetapi landing page tidak mampu meyakinkan pengunjung untuk menghubungi bisnis. Akibatnya, biaya iklan terus berjalan tanpa menghasilkan konversi yang optimal.

Karena itu, sebelum membuat kampanye, pastikan seluruh persiapan telah dilakukan dengan baik. Mulai dari akun Google Ads, landing page, tujuan kampanye, hingga anggaran iklan. Dengan fondasi yang kuat, proses optimasi pada tahap berikutnya akan menjadi lebih mudah dan peluang mendapatkan pelanggan pun semakin besar.

Cara Iklan di Google Langkah demi Langkah

Setelah semua persiapan selesai, Anda dapat mulai membuat kampanye di Google Ads. Meskipun terlihat cukup banyak tahap yang harus dilalui, prosesnya sebenarnya cukup mudah jika dilakukan secara berurutan. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.

1. Membuat Akun Google Ads

Langkah pertama adalah masuk ke platform Google Ads menggunakan akun Google yang telah Anda siapkan sebelumnya. Setelah berhasil masuk, Anda dapat mulai membuat kampanye baru sesuai dengan tujuan bisnis.

Google menyediakan beberapa pilihan tujuan kampanye, seperti meningkatkan penjualan, mendapatkan prospek (lead), meningkatkan kunjungan website, atau menerima lebih banyak panggilan telepon dari calon pelanggan.

Apabila Anda baru pertama kali menggunakan Google Ads, ikuti panduan resmi dari Google mengenai cara membuat kampanye agar proses pengaturan berjalan sesuai rekomendasi. 

2. Memilih Tujuan Kampanye

Salah satu langkah penting saat membuat kampanye Google Ads adalah menetapkan tujuan iklan. Tujuan tersebut akan memengaruhi berbagai pengaturan kampanye serta cara Google mengoptimalkan penayangan iklan kepada calon pelanggan. 

Beberapa tujuan yang umum dipilih oleh pelaku bisnis antara lain:

  • Mendapatkan lebih banyak prospek melalui formulir atau WhatsApp.
  • Meningkatkan penjualan produk.
  • Mengarahkan lebih banyak pengunjung ke website.
  • Meningkatkan jumlah panggilan telepon.
  • Meningkatkan kunjungan ke toko atau kantor.

Pilih tujuan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Misalnya, jika Anda menawarkan jasa konsultasi, maka mendapatkan prospek (lead) biasanya menjadi tujuan yang lebih relevan dibandingkan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan website.

3. Menentukan Lokasi dan Target Audiens

Salah satu keunggulan Google Ads adalah kemampuannya menampilkan iklan kepada audiens yang sangat spesifik.

Anda dapat menentukan target berdasarkan beberapa faktor berikut:

  • Lokasi (kota, provinsi, atau negara tertentu).
  • Bahasa yang digunakan pengguna.
  • Perangkat yang digunakan (mobile, desktop, atau tablet).
  • Jadwal penayangan iklan.
  • Segmentasi audiens tertentu.

Sebagai contoh, sebuah klinik di Bandung tentu akan lebih efektif menargetkan pengguna di wilayah Bandung dan sekitarnya daripada menampilkan iklan ke seluruh Indonesia.

Semakin relevan target audiens yang dipilih, semakin besar peluang iklan menghasilkan konversi.

4. Melakukan Riset Keyword

Keyword merupakan kata atau frasa yang diketik pengguna ketika mencari informasi di Google. Oleh karena itu, pemilihan keyword menjadi salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan kampanye.

Misalnya, jika Anda menawarkan jasa pembuatan website, beberapa keyword yang relevan dapat berupa:

  • jasa pembuatan website
  • buat website company profile
  • jasa website profesional
  • jasa web developer

Pilih keyword yang benar-benar sesuai dengan layanan yang ditawarkan dan memiliki search intent yang kuat. Hindari menggunakan keyword yang terlalu umum karena dapat menyebabkan biaya iklan lebih tinggi dengan tingkat konversi yang belum tentu optimal.

5. Menulis Iklan yang Menarik

Langkah selanjutnya adalah menulis iklan yang menarik sesuai keyword yang sudah diriset. Iklan yang baik tidak hanya berisi nama produk atau layanan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan calon pelanggan.

Beberapa elemen penting dalam iklan Google antara lain:

  • Headline yang menarik perhatian.
  • Deskripsi yang menjelaskan manfaat produk atau layanan.
  • Call to Action (CTA) yang jelas, seperti Hubungi Sekarang, Konsultasi Gratis, atau Minta Penawaran.

Pastikan isi iklan relevan dengan keyword yang ditargetkan dan sesuai dengan halaman tujuan agar kualitas iklan semakin baik.

6. Menentukan Budget dan Strategi Bidding

Setelah iklan selesai dibuat, Anda perlu menentukan budget harian serta strategi bidding yang akan digunakan.

Google Ads memberikan fleksibilitas dalam menentukan anggaran. Anda dapat memulai dengan nominal yang sesuai kemampuan bisnis, kemudian meningkatkannya secara bertahap berdasarkan hasil yang diperoleh.

Selain budget, Anda juga dapat memilih strategi bidding sesuai tujuan kampanye, misalnya:

  • Memaksimalkan jumlah klik.
  • Memaksimalkan konversi.
  • Target CPA.
  • Target ROAS.

Pemilihan strategi bidding sebaiknya disesuaikan dengan tujuan bisnis dan data performa kampanye yang telah terkumpul.

7. Meninjau dan Mempublikasikan Kampanye

Sebelum kampanye dipublikasikan, lakukan pengecekan ulang terhadap seluruh pengaturan yang telah dibuat.

Pastikan bahwa:

  • Keyword sudah sesuai dengan target pencarian.
  • Lokasi penayangan sudah benar.
  • Budget telah ditentukan dengan tepat.
  • Teks iklan tidak mengandung kesalahan.
  • Landing page dapat diakses dengan baik.

Apabila seluruh pengaturan telah sesuai, Anda dapat mempublikasikan kampanye. Setelah iklan ditinjau dan disetujui oleh Google, iklan akan mulai berpeluang tampil kepada pengguna yang melakukan pencarian sesuai keyword yang Anda targetkan.

Ringkasan Langkah Cara Iklan di Google

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda sudah dapat menjalankan kampanye Google Ads pertama. Namun, perlu diingat bahwa kampanye yang sudah tayang bukan berarti pekerjaan selesai. Agar iklan terus menghasilkan pelanggan dan budget digunakan secara efisien, Anda perlu memahami berbagai kesalahan yang sering dilakukan pengiklan. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas kesalahan tersebut beserta cara menghindarinya. 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Iklan di Google

Banyak bisnis menganggap Google Ads tidak efektif karena iklan tidak menghasilkan pelanggan atau biaya yang dikeluarkan terasa terlalu besar. Padahal, dalam banyak kasus, masalahnya bukan terletak pada platform Google Ads, melainkan pada strategi kampanye yang kurang tepat.

Dengan mengetahui beberapa kesalahan berikut, Anda dapat menghindari pemborosan budget sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan konversi.

Memilih Keyword yang Terlalu Umum

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah memilih keyword yang terlalu luas.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki bisnis jasa pembuatan website, menggunakan keyword seperti website atau bisnis kurang tepat karena memiliki cakupan yang sangat luas. Pengguna yang mengetik keyword tersebut belum tentu sedang mencari jasa yang Anda tawarkan.

Sebaliknya, gunakan keyword yang lebih spesifik atau memiliki search intent yang jelas, misalnya:

  • jasa pembuatan website
  • jasa website company profile
  • jasa website UMKM
  • jasa website profesional

Keyword yang lebih relevan biasanya memiliki peluang konversi lebih tinggi karena pengguna memang sedang mencari layanan yang sesuai.

Landing Page Tidak Sesuai dengan Iklan

Setelah pengguna mengklik iklan, mereka berharap menemukan informasi yang sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam iklan.

Misalnya, jika iklan menawarkan Jasa Google Ads, tetapi halaman yang dituju hanya berisi informasi umum tentang digital marketing, kemungkinan besar pengunjung akan meninggalkan website tanpa melakukan tindakan lebih lanjut.

Agar hasil kampanye lebih optimal, pastikan landing page memiliki:

  • Judul yang sesuai dengan isi iklan.
  • Informasi layanan yang lengkap.
  • Keunggulan bisnis yang jelas.
  • Testimoni atau portofolio jika tersedia.
  • Call to Action (CTA) yang mudah ditemukan.

Menurut dokumentasi resmi Google Ads, relevansi landing page merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kualitas iklan dan pengalaman pengguna. 

Tidak Memasang Conversion Tracking

Banyak pengiklan hanya melihat jumlah klik tanpa mengetahui apakah klik tersebut benar-benar menghasilkan pelanggan.

Padahal, conversion tracking membantu Anda mengetahui tindakan apa saja yang dilakukan pengunjung setelah mengklik iklan, seperti:

  • Mengisi formulir.
  • Menghubungi melalui WhatsApp.
  • Melakukan pembelian.
  • Menelepon bisnis.
  • Mengirim permintaan penawaran.

Dengan data tersebut, Anda dapat mengevaluasi kampanye berdasarkan hasil yang benar-benar memberikan nilai bagi bisnis, bukan hanya berdasarkan jumlah klik.

Google menyediakan panduan resmi mengenai pemasangan conversion tracking agar pengiklan dapat mengukur performa kampanye secara lebih akurat. 

Tidak Melakukan Evaluasi Kampanye

Kesalahan berikutnya adalah membiarkan kampanye berjalan tanpa melakukan evaluasi.

Google Ads bukan sistem yang cukup dibuat sekali lalu dibiarkan begitu saja. Performa iklan dapat berubah seiring meningkatnya persaingan, perubahan perilaku pencarian pengguna, maupun penyesuaian strategi kompetitor.

Beberapa metrik yang sebaiknya dipantau secara rutin antara lain:

  • CTR (Click Through Rate).
  • CPC (Cost Per Click).
  • Conversion Rate.
  • Cost per Conversion.
  • Jumlah prospek atau penjualan yang dihasilkan.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala, Anda dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki agar anggaran iklan digunakan secara lebih efisien.

Terlalu Fokus pada Budget, Bukan Strategi

Sebagian pemilik bisnis beranggapan bahwa semakin besar budget iklan, semakin besar pula peluang mendapatkan pelanggan.

Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Kampanye dengan budget yang besar tetap berpotensi memberikan hasil yang kurang maksimal apabila:

  • Keyword kurang relevan.
  • Target audiens tidak sesuai.
  • Landing page kurang meyakinkan.
  • Iklan tidak menarik perhatian pengguna.

Sebaliknya, kampanye dengan budget yang lebih kecil dapat menghasilkan performa yang lebih baik apabila dikelola menggunakan strategi yang tepat.

Jika Anda masih ragu menentukan anggaran yang ideal, sebaiknya pahami terlebih dahulu faktor-faktor yang memengaruhi biaya pasang iklan di Google Ads, sehingga budget dapat disesuaikan dengan target bisnis dan tingkat persaingan keyword. 

Ringkasan Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan-kesalahan di atas sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada bisnis yang baru pertama kali menjalankan Google Ads. Kabar baiknya, sebagian besar dapat dihindari dengan memahami dasar-dasar pengelolaan kampanye dan melakukan optimasi secara konsisten.

Tips Agar Iklan di Google Lebih Efektif

Setelah memahami cara membuat kampanye dan mengetahui berbagai kesalahan yang perlu dihindari, langkah berikutnya adalah mengoptimalkan performa iklan. Optimasi sangat penting karena Google Ads bukan sekadar membuat iklan lalu menunggu hasil, tetapi juga membutuhkan evaluasi dan penyesuaian secara berkala.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan efektivitas kampanye Google Ads.

Gunakan Keyword dengan Search Intent Tinggi

Keyword menjadi penghubung antara bisnis Anda dengan calon pelanggan. Oleh karena itu, pilihlah keyword yang benar-benar menunjukkan bahwa pengguna sedang mencari produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Sebagai contoh, seseorang yang mengetik “jasa pembuatan website perusahaan” biasanya memiliki niat yang lebih kuat untuk menggunakan jasa dibandingkan pengguna yang hanya mencari kata “website”.

Semakin relevan keyword yang digunakan, semakin besar peluang iklan mendapatkan klik yang berkualitas sekaligus menghasilkan konversi.

Optimalkan Landing Page

Landing page memiliki peran yang sama pentingnya dengan iklan. Bahkan, iklan yang menarik sekalipun belum tentu menghasilkan pelanggan apabila halaman tujuan tidak mampu meyakinkan pengunjung.

Landing page yang baik sebaiknya memiliki:

  • Judul yang sesuai dengan isi iklan.
  • Penjelasan layanan yang mudah dipahami.
  • Keunggulan atau nilai tambah bisnis.
  • Testimoni atau portofolio.
  • Tombol Call to Action (CTA) yang jelas.
  • Tampilan yang responsif di perangkat mobile.

Menurut dokumentasi resmi Google Ads, pengalaman pengguna pada landing page merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kualitas iklan dan dapat berdampak pada performa kampanye. 

Gunakan Negative Keyword

Salah satu fitur yang sering diabaikan oleh pemula adalah Negative Keyword.

Negative Keyword berfungsi untuk mencegah iklan tampil pada pencarian yang tidak relevan.

Sebagai contoh, jika Anda menawarkan jasa pembuatan website profesional, Anda mungkin tidak ingin iklan muncul ketika pengguna mencari:

  • website gratis
  • template website gratis
  • belajar membuat website
  • contoh website

Dengan menambahkan keyword tersebut sebagai Negative Keyword, Anda dapat mengurangi klik yang tidak relevan sehingga budget iklan digunakan dengan lebih efisien.

Lakukan Evaluasi dan Optimasi Secara Berkala

Kampanye Google Ads tidak berhenti setelah iklan berhasil tayang. Agar hasilnya terus meningkat, Anda perlu melakukan evaluasi secara rutin berdasarkan data yang tersedia.

Beberapa metrik yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Click Through Rate (CTR)
  • Cost Per Click (CPC)
  • Conversion Rate
  • Cost per Conversion
  • Jumlah prospek atau penjualan yang dihasilkan

Dari data tersebut, Anda dapat mengetahui keyword mana yang memberikan hasil terbaik, iklan mana yang perlu diperbaiki, serta landing page mana yang memiliki tingkat konversi lebih tinggi.

Jika biaya iklan terasa terus meningkat, jangan langsung menaikkan budget. Sebaiknya evaluasi terlebih dahulu faktor-faktor yang memengaruhi performa kampanye. Anda juga dapat membaca pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan Google Ads agar lebih memahami tantangan yang sering dihadapi saat menjalankan kampanye. 

Lebih Baik Pasang Iklan Sendiri atau Menggunakan Jasa?

Google Ads dirancang agar dapat digunakan oleh siapa saja. Namun, efektivitas kampanye tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuat iklan, tetapi juga oleh strategi yang diterapkan selama kampanye berjalan.

Pasang Iklan Sendiri Jika:

  • Anda ingin mempelajari Google Ads secara langsung.
  • Budget iklan masih relatif terbatas.
  • Memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan optimasi secara rutin.
  • Kampanye yang dijalankan masih sederhana.

Menggunakan Jasa Google Ads Jika:

  • Ingin fokus menjalankan bisnis tanpa harus mengelola iklan setiap hari.
  • Membutuhkan strategi yang lebih terukur berdasarkan data.
  • Menargetkan persaingan keyword yang cukup tinggi.
  • Ingin memaksimalkan peluang mendapatkan prospek atau pelanggan.
  • Memerlukan laporan performa dan optimasi secara berkelanjutan.

Tidak ada pilihan yang sepenuhnya benar atau salah. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis, sumber daya yang dimiliki, dan target yang ingin dicapai.

Kesimpulan

Cara iklan di Google sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan memahami prosesnya secara bertahap, mulai dari menyiapkan akun, menentukan tujuan kampanye, melakukan riset keyword, membuat iklan, hingga melakukan evaluasi, Anda sudah memiliki fondasi yang baik untuk menjalankan Google Ads.

Perlu diingat bahwa keberhasilan kampanye tidak hanya bergantung pada besarnya budget, tetapi juga pada strategi yang digunakan. Pemilihan keyword yang tepat, landing page yang relevan, serta optimasi secara berkala akan memberikan pengaruh yang jauh lebih besar terhadap hasil yang diperoleh.

Apabila Anda ingin menjalankan Google Ads dengan lebih efektif tanpa harus mempelajari seluruh proses teknisnya, tim Team Forta siap membantu mulai dari riset keyword, pembuatan kampanye, hingga optimasi berkelanjutan agar iklan dapat menghasilkan prospek dan pelanggan yang lebih berkualitas.

👉 Kunjungi halaman Jasa Google Ads Team Forta untuk mengetahui layanan kami, atau hubungi tim kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan konsultasi sesuai kebutuhan bisnis Anda. 

Share :

READY TO SCALE YOUR BUSINESS?

Kami Bukan Sekadar Menjalankan Iklan, Kami Membangun Sistem Pertumbuhan.

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Team Forta