Banyak bisnis sudah mengeluarkan budget untuk Google Ads, tetapi hasilnya belum tentu maksimal. Salah satu hal yang sering terlewat adalah strategi bidding Google Ads yang digunakan.
Bidding menentukan bagaimana Google mengatur penawaran iklan untuk mencapai tujuan campaign. Karena itu, strategi bidding sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan besarnya budget, tetapi disesuaikan dengan tujuan campaign, data konversi, dan target bisnis.
Berikut strategi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan tujuan utama campaign.
Strategi Bidding Google Ads Mana yang Harus Dipilih?
Tidak ada satu strategi bidding yang cocok untuk semua campaign. Pilihan terbaik bergantung pada hasil yang ingin dicapai, apakah traffic, leads, penjualan, atau nilai konversi.
Jika Tujuan Campaign Mendapatkan Traffic
Jika tujuan utama adalah mendapatkan lebih banyak kunjungan ke website, Maksimalkan Klik dapat menjadi pilihan.
Strategi ini berfokus mendapatkan klik sebanyak mungkin dengan budget yang tersedia. Cocok ketika traffic menjadi tujuan utama campaign.
Namun, jumlah klik yang tinggi tidak selalu berarti banyak pelanggan. Jika tujuan bisnis adalah mendapatkan leads atau penjualan, performa perlu dinilai berdasarkan konversi, bukan hanya traffic.
Jika Tujuan Campaign Mendapatkan Leads
Untuk bisnis jasa, B2B, klinik, atau perusahaan yang mengandalkan leads, Maksimalkan Konversi dapat digunakan untuk mendapatkan lebih banyak tindakan yang telah ditetapkan sebagai konversi.
Contohnya:
- Pengisian formulir.
- Panggilan telepon.
- Permintaan konsultasi.
- Permintaan penawaran.
Pastikan conversion tracking sudah dikonfigurasi dengan benar agar Google mengoptimalkan campaign berdasarkan leads yang memang bernilai bagi bisnis.
Jika Tujuan Campaign Mendapatkan Penjualan
Jika tujuan utama adalah penjualan, strategi bidding sebaiknya diarahkan pada konversi yang menghasilkan transaksi.
Maksimalkan Konversi dapat digunakan ketika fokusnya adalah mendapatkan lebih banyak transaksi. Jika nilai setiap transaksi berbeda, strategi berbasis nilai konversi dapat lebih relevan.
Dengan demikian, campaign tidak hanya mengejar jumlah pembelian, tetapi juga mempertimbangkan nilai yang dihasilkan.
Jika Tujuan Campaign Memaksimalkan Nilai Konversi
Jika setiap transaksi memiliki nilai yang berbeda, Maksimalkan Nilai Konversi dapat menjadi pilihan.
Misalnya, satu pelanggan menghasilkan transaksi Rp500 ribu, sementara pelanggan lain menghasilkan Rp5 juta. Jumlah konversi saja tidak cukup untuk mengetahui mana yang memberikan hasil lebih besar.
Strategi berbasis nilai membantu campaign mengoptimalkan nilai konversi, sehingga fokusnya bukan hanya mendapatkan lebih banyak transaksi, tetapi mendapatkan nilai bisnis yang lebih besar dari budget iklan.
Cara Memilih Strategi Bidding Google Ads yang Tepat
Pemilihan bidding sebaiknya dilakukan berdasarkan tujuan campaign dan data yang tersedia, bukan sekadar mengikuti strategi yang sedang populer. Empat hal berikut dapat menjadi dasar sebelum menentukan bidding.
Tentukan Tujuan Campaign
Tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin dicapai:
- Traffic: fokus mendatangkan pengunjung.
- Leads: fokus mendapatkan calon pelanggan.
- Penjualan: fokus menghasilkan transaksi.
- Nilai konversi: fokus mendapatkan nilai transaksi yang lebih tinggi.
Tujuan yang berbeda membutuhkan pendekatan bidding yang berbeda pula.
Periksa Data Konversi
Jika menggunakan strategi berbasis konversi, pastikan conversion tracking sudah aktif dan akurat.
Konversi yang dicatat sebaiknya merupakan tindakan yang benar-benar bernilai bagi bisnis, seperti pembelian, formulir, atau panggilan telepon. Data yang keliru dapat membuat Google mengoptimalkan bidding berdasarkan hasil yang tidak relevan.
Selain conversion tracking, performa campaign juga perlu dinilai menggunakan indikator yang sesuai dengan tujuan bisnis. Memahami KPI Google Ads dapat membantu menentukan metrik mana yang perlu dipantau saat mengevaluasi hasil campaign.
Sesuaikan dengan Budget Iklan
Budget harus realistis dengan target yang ingin dicapai. Jangan menetapkan target CPA terlalu rendah atau target ROAS terlalu tinggi jika performa campaign belum mendukung.
Sebagai contoh, jika biaya per leads rata-rata masih Rp150.000, menetapkan Target CPA Rp50.000 sejak awal dapat membuat campaign lebih sulit mendapatkan volume konversi.
Tentukan Target CPA atau ROAS
Target CPA cocok ketika bisnis ingin mengontrol biaya rata-rata untuk mendapatkan satu konversi.
Sementara itu, Target ROAS lebih sesuai ketika bisnis mengukur keberhasilan berdasarkan nilai transaksi yang dihasilkan dari biaya iklan.
Keduanya sebaiknya ditentukan berdasarkan data historis dan kemampuan campaign, bukan hanya target ideal yang ingin dicapai.
Strategi Bidding Google Ads untuk Meningkatkan Konversi
Bidding yang tepat perlu didukung optimasi berdasarkan data. Fokusnya bukan hanya menambah jumlah konversi, tetapi mendapatkan konversi yang relevan dengan biaya yang tetap efisien.
Gunakan Data Konversi sebagai Dasar Optimasi
Pastikan conversion tracking mencatat tindakan yang benar-benar bernilai, seperti leads, panggilan, pembelian, atau transaksi.
Data yang akurat membantu Google memahami konversi mana yang perlu dikejar melalui strategi bidding.
Optimalkan Target CPA
Gunakan Target CPA ketika bisnis memiliki target biaya untuk mendapatkan satu konversi.
Target sebaiknya dibuat berdasarkan performa campaign sebelumnya. Jika ditetapkan terlalu rendah, campaign dapat kesulitan mendapatkan konversi karena ruang bidding menjadi lebih terbatas.
Optimalkan Target ROAS
Jika nilai setiap transaksi berbeda, Target ROAS dapat membantu mengarahkan campaign pada tingkat pengembalian biaya iklan tertentu.
Tetapkan target berdasarkan data historis, nilai transaksi, dan kondisi bisnis. Target yang terlalu tinggi tidak selalu menghasilkan performa yang lebih baik.
Evaluasi Kualitas Konversi
Jangan hanya melihat jumlah konversi. Perhatikan juga:
- Kualitas leads.
- Biaya mendapatkan pelanggan.
- Nilai transaksi.
- Jumlah leads yang menjadi customer.
Dengan begitu, optimasi bidding tidak hanya mengejar lebih banyak konversi, tetapi juga membantu mendapatkan konversi yang lebih berkualitas dan menguntungkan.
Jika hasil campaign belum sesuai target, evaluasi juga dapat dilanjutkan dengan melihat cara mengukur efektivitas iklan Google Ads agar keputusan optimasi tidak hanya berdasarkan jumlah klik atau konversi.
Kesimpulan
Strategi bidding Google Ads tidak bisa dipilih dengan satu formula untuk semua bisnis. Pilihan bidding harus disesuaikan dengan tujuan campaign, data konversi, budget, dan target bisnis.
Jika fokusnya traffic, Maksimalkan Klik dapat dipertimbangkan. Untuk leads atau penjualan, strategi berbasis konversi seperti Maksimalkan Konversi, Target CPA, atau strategi berbasis nilai dapat lebih relevan.
Yang tidak kalah penting, evaluasi bidding berdasarkan kualitas konversi dan hasil bisnis, bukan hanya jumlah klik atau tayangan. Dengan strategi dan data yang tepat, budget Google Ads dapat digunakan secara lebih terarah untuk menghasilkan konversi yang bernilai.
Konsultasikan Strategi Google Ads Anda dengan Team Forta
Pemilihan strategi bidding yang tepat dapat membantu bisnis menggunakan budget Google Ads secara lebih terarah dan mengejar konversi yang benar-benar bernilai. Namun, setiap campaign memiliki kondisi, target, dan tantangan yang berbeda.
Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengelola dan mengoptimalkan campaign, Agency Google Ads dari Team Forta dapat membantu menyusun strategi berdasarkan tujuan bisnis, data campaign, dan target konversi.
Ingin mendiskusikan kebutuhan iklan bisnis Anda? Hubungi admin melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
