Banyak pengunjung website belum tentu menghasilkan banyak leads atau pelanggan. Jika traffic sudah masuk tetapi pengunjung belum melakukan tindakan yang diharapkan, seperti mengisi formulir, menghubungi bisnis, atau melakukan pembelian, ada bagian dari proses konversi yang perlu diperbaiki.
Cara meningkatkan conversion rate dapat dimulai dengan memperjelas penawaran, membuat CTA lebih mudah ditemukan, menyederhanakan formulir, dan menampilkan alasan yang meyakinkan bagi pengunjung untuk mengambil tindakan. Optimasi juga perlu disesuaikan dengan sumber traffic, termasuk Google Ads, agar pengunjung yang datang mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pencariannya.
Cara Meningkatkan Conversion Rate Website
Website bukan hanya tempat untuk menampilkan informasi bisnis. Bagi bisnis yang mengandalkan leads atau penjualan dari internet, setiap halaman perlu membantu pengunjung memahami penawaran dan mengambil tindakan dengan lebih mudah.
Perjelas Penawaran
Pengunjung seharusnya dapat memahami apa yang ditawarkan bisnis tanpa harus mencari terlalu lama. Jelaskan produk atau layanan, manfaat utama, dan alasan mengapa calon pelanggan perlu mempertimbangkannya.
Hindari penggunaan kalimat yang terlalu umum seperti “memberikan solusi terbaik untuk bisnis” tanpa menjelaskan solusi yang dimaksud.
Buat CTA yang Jelas
CTA atau call to action membantu mengarahkan pengunjung pada tindakan berikutnya. CTA sebaiknya menjelaskan tindakan yang dapat dilakukan, bukan hanya menggunakan kata yang terlalu umum.
Tempatkan CTA pada bagian yang relevan sehingga pengunjung tidak perlu mencari cara untuk menghubungi bisnis.
Sederhanakan Formulir
Formulir yang terlalu panjang dapat membuat calon pelanggan ragu untuk mengisinya. Hanya minta informasi yang memang diperlukan pada tahap awal.
Informasi tambahan dapat dikumpulkan setelah calon pelanggan menunjukkan minat. Tujuannya adalah membuat proses kontak terasa mudah, bukan menambah hambatan.
Tampilkan Bukti dan Keunggulan
Calon pelanggan biasanya membutuhkan alasan untuk percaya sebelum menghubungi atau membeli. Karena itu, tampilkan bukti yang relevan seperti portofolio, studi kasus, testimoni, pengalaman, sertifikasi, atau informasi lain yang memang dapat diverifikasi.
Keunggulan juga sebaiknya dijelaskan secara spesifik. Daripada hanya menyebut “profesional dan terpercaya”, jelaskan pengalaman, proses kerja, cakupan layanan, atau hasil yang dapat dibuktikan.
Untuk bisnis yang memperoleh pengunjung melalui iklan, optimasi halaman juga perlu diperhatikan agar traffic yang sudah dibayar memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan konversi.
Salah satu bagian penting yang dapat diperbaiki adalah halaman tujuan iklan. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang Landing Page untuk Google Ads agar halaman yang digunakan campaign lebih relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.
Selain itu, Google juga menyediakan panduan mengenai pengukuran konversi yang dapat digunakan untuk memahami tindakan pelanggan dan mengevaluasi hasil pemasaran digital.
Optimasi Landing Page untuk Meningkatkan Konversi
Landing page menjadi salah satu bagian penting dalam proses konversi karena halaman inilah yang sering menjadi tujuan pengunjung setelah mengklik iklan atau sumber traffic lainnya. Jika halaman tidak sesuai dengan kebutuhan pengunjung, traffic yang sudah didatangkan bisa berhenti tanpa menghasilkan tindakan.
Optimasi landing page tidak harus rumit. Fokuskan halaman pada kebutuhan pengunjung, informasi yang mereka cari, dan tindakan yang ingin dilakukan.
Buat Headline yang Relevan
Headline harus langsung menjelaskan apa yang ditawarkan dan sesuai dengan sumber traffic. Pengunjung sebaiknya dapat memahami manfaat utama halaman hanya dalam beberapa detik.
Misalnya, jika iklan menawarkan jasa pembuatan website untuk perusahaan, headline pada landing page sebaiknya membahas layanan tersebut, bukan menggunakan headline umum seperti “Selamat Datang di Website Kami”.
Headline yang relevan membantu menjaga kesinambungan antara iklan, kebutuhan pencarian, dan isi halaman.
Fokus pada Satu Tujuan
Landing page akan lebih mudah dioptimalkan jika memiliki satu tujuan utama. Misalnya:
- Mengisi formulir konsultasi
- Menghubungi WhatsApp
- Meminta penawaran
- Melakukan pembelian
- Menjadwalkan konsultasi
Terlalu banyak pilihan dapat membuat pengunjung bingung menentukan tindakan berikutnya. Karena itu, susun informasi dan CTA agar tetap mengarah pada tujuan utama halaman.
Tampilkan Informasi Penting
Jangan membuat pengunjung harus berpindah halaman hanya untuk menemukan informasi dasar tentang produk atau layanan.
Sesuaikan isi landing page dengan kebutuhan calon pelanggan. Beberapa informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Manfaat produk atau layanan
- Detail layanan
- Harga atau estimasi jika relevan
- Proses kerja
- Portofolio atau studi kasus
- Testimoni
- Pertanyaan yang sering diajukan
- CTA untuk menghubungi bisnis
Setelah halaman diperbaiki, bandingkan performanya dengan kondisi sebelumnya. Perubahan pada headline, CTA, penawaran, atau susunan informasi dapat diuji untuk melihat bagian mana yang lebih efektif mendorong pengunjung melakukan konversi.
Untuk campaign yang menggunakan Google Ads, optimasi landing page juga sebaiknya dilakukan bersama evaluasi iklan dan keyword. Dengan begitu, peningkatan conversion rate tidak hanya bergantung pada tampilan halaman, tetapi juga pada kualitas traffic yang masuk.
Cara Meningkatkan Conversion Rate dari Google Ads
Google Ads dapat mendatangkan pengunjung yang sudah memiliki kebutuhan tertentu. Namun, klik dari iklan tidak otomatis menghasilkan leads atau pelanggan. Agar traffic iklan lebih bernilai, iklan, keyword, dan landing page perlu dibuat selaras.
Sesuaikan Iklan dengan Landing Page
Pesan yang muncul pada iklan sebaiknya sesuai dengan isi landing page. Jika iklan menawarkan jasa tertentu, pengunjung harus langsung menemukan informasi tentang layanan tersebut setelah mengklik iklan.
Ketidaksesuaian antara iklan dan halaman tujuan dapat membuat pengunjung kembali ke hasil pencarian sebelum melakukan tindakan.
Semakin relevan rangkaian tersebut, semakin mudah pengunjung memahami apa yang ditawarkan.
Pilih Keyword yang Relevan
Tidak semua keyword yang mendatangkan traffic memiliki peluang konversi yang sama. Prioritaskan keyword yang menunjukkan kebutuhan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
Misalnya, pencarian “jasa pembuatan website perusahaan” memiliki konteks yang berbeda dengan pencarian “apa itu website”. Keduanya mungkin berkaitan dengan website, tetapi tingkat kesiapan penggunanya berbeda.
Karena itu, pemilihan keyword perlu mempertimbangkan search intent dan tujuan campaign. Jika ingin memperdalam riset, Anda dapat membaca panduan Cara Memilih Keyword Google Ads.
Pantau Data Konversi
Setelah campaign berjalan, jangan hanya melihat jumlah klik atau impresi. Perhatikan tindakan yang benar-benar memberikan nilai bagi bisnis, seperti formulir yang masuk, panggilan, WhatsApp, atau transaksi.
Beberapa data yang dapat dipantau antara lain:
- Jumlah konversi
- Conversion rate
- Biaya per konversi
- Nilai konversi
- Keyword yang menghasilkan konversi
- Landing page yang menghasilkan leads
Data tersebut membantu menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki. Jika traffic tinggi tetapi conversion rate rendah, evaluasi dapat dimulai dari relevansi keyword, pesan iklan, penawaran, hingga landing page.
Kesimpulan
Meningkatkan conversion rate bukan hanya soal mendatangkan lebih banyak pengunjung. Website, landing page, penawaran, CTA, dan traffic dari Google Ads perlu saling mendukung agar pengunjung lebih mudah mengambil tindakan.
Mulailah dari hal yang paling mendasar: perjelas penawaran, gunakan CTA yang mudah dipahami, sederhanakan proses kontak, dan pastikan landing page sesuai dengan iklan serta kebutuhan pencarian. Setelah itu, gunakan data konversi untuk melihat bagian yang masih perlu diperbaiki.
Jika bisnis Anda sudah menggunakan Google Ads tetapi conversion rate masih rendah, optimasi sebaiknya dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar menambah budget iklan. Team Forta dapat membantu melalui Jasa Google Ads untuk mengoptimalkan campaign, mulai dari targeting hingga konversi. Hubungi admin melalui WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis Anda.
