Artikel Kami

Cara Menggunakan Smart Bidding Google Ads untuk Meningkatkan Konversi

Tean Forta - cara menggunakan smart bidding google ads

Smart Bidding membantu Google Ads menentukan bid secara otomatis berdasarkan kemungkinan terjadinya konversi. Namun, hasilnya tetap bergantung pada tujuan campaign, data konversi, dan strategi bidding yang dipilih.

Cara menggunakan Smart Bidding Google Ads dimulai dengan memastikan conversion tracking sudah aktif, memilih strategi yang sesuai, lalu memantau hasilnya secara berkala. Dengan pengaturan yang tepat, otomatisasi bidding dapat membantu campaign mengalokasikan bid secara lebih terarah.

Persiapan Sebelum Menggunakan Smart Bidding

Sebelum mengaktifkan Smart Bidding, pastikan campaign sudah memiliki tujuan dan data yang dapat digunakan sebagai dasar optimasi.

Tentukan Konversi Utama

Tentukan tindakan yang dianggap bernilai bagi bisnis, misalnya:

  • Pengisian formulir
  • Panggilan telepon
  • Permintaan penawaran
  • Pembelian
  • Konsultasi

Konversi utama sebaiknya benar-benar mencerminkan tujuan campaign. Jangan menjadikan semua aktivitas pengguna sebagai konversi utama jika tidak memiliki nilai bisnis yang sama.

Pastikan Conversion Tracking Aktif

Smart Bidding membutuhkan data konversi untuk melakukan optimasi. Karena itu, periksa terlebih dahulu apakah conversion tracking sudah berjalan dan mencatat tindakan yang benar.

Jika belum memahami pengaturannya, Anda dapat mempelajari cara setting konversi Google Ads agar data yang digunakan campaign lebih akurat.

Sesuaikan dengan Tujuan Campaign

Tentukan hasil yang ingin dicapai sebelum memilih strategi bidding. Campaign untuk mendapatkan leads tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan campaign yang mengejar nilai transaksi.

Tujuan tersebut nantinya menjadi dasar dalam memilih strategi Smart Bidding yang paling sesuai.

Pilihan Strategi Smart Bidding Google Ads

Setiap strategi Smart Bidding memiliki tujuan yang berbeda. Pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan sasaran campaign, jenis konversi, dan data yang tersedia, bukan sekadar mengikuti strategi yang sedang populer.

Maksimalkan Konversi

Maksimalkan Konversi berfokus mendapatkan sebanyak mungkin konversi dengan anggaran campaign yang tersedia. Strategi ini cocok ketika tujuan utama bisnis adalah meningkatkan jumlah leads atau tindakan tertentu.

Misalnya, bisnis jasa ingin mendapatkan lebih banyak permintaan konsultasi dari Google Ads. Campaign dapat menggunakan strategi ini untuk mengoptimalkan bid berdasarkan peluang terjadinya konversi.

Target CPA

Target CPA digunakan ketika bisnis memiliki sasaran biaya rata-rata untuk setiap konversi. Google Ads akan menyesuaikan bid untuk membantu mendapatkan konversi dengan mempertimbangkan target biaya tersebut.

Strategi ini dapat dipertimbangkan jika bisnis sudah memiliki data biaya per konversi dan ingin menjaga efisiensi biaya lead.

Maksimalkan Nilai Konversi

Maksimalkan Nilai Konversi berfokus pada nilai konversi yang dihasilkan, bukan hanya jumlah konversinya.

Strategi ini lebih sesuai ketika setiap konversi memiliki nilai berbeda. Contohnya, bisnis e-commerce memiliki transaksi dengan nominal yang beragam sehingga nilai penjualan menjadi pertimbangan penting dalam optimasi.

Target ROAS

Target ROAS digunakan ketika campaign memiliki data nilai konversi dan bisnis ingin mencapai target pengembalian dari biaya iklan.

Misalnya, bisnis ingin memperoleh nilai penjualan tertentu dari setiap biaya yang dikeluarkan untuk iklan. Target ROAS dapat digunakan sebagai sasaran dalam proses bidding otomatis.

Pemilihan strategi sebaiknya mengikuti tujuan campaign. Jika fokusnya jumlah leads, Maksimalkan Konversi atau Target CPA dapat menjadi pertimbangan. Sementara itu, campaign yang berorientasi pada nilai transaksi dapat mempertimbangkan Maksimalkan Nilai Konversi atau Target ROAS.

Untuk memahami pilihan dan penerapan strategi bidding secara lebih luas, Anda juga dapat membaca Strategi Bidding Google Ads sebagai referensi sebelum menentukan pengaturan campaign.

Cara Mengaktifkan Smart Bidding di Google Ads

Setelah tujuan campaign dan strategi bidding ditentukan, langkah berikutnya adalah menerapkan Smart Bidding pada campaign. Pengaturannya dapat dilakukan dari Google Ads dengan menyesuaikan strategi bidding dan target yang ingin dicapai.

Pilih Campaign

Mulai dengan memilih campaign yang ingin menggunakan Smart Bidding. Pastikan campaign tersebut memiliki tujuan yang jelas dan conversion tracking sudah berjalan.

Jangan terburu-buru mengubah campaign yang sedang menghasilkan data penting. Perubahan strategi bidding sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan performa campaign sebelumnya.

Tentukan Strategi Bidding

Pada pengaturan campaign, pilih strategi bidding yang sesuai dengan tujuan. Google Ads menyediakan beberapa opsi Smart Bidding, seperti:

  • Maksimalkan Konversi untuk fokus pada jumlah konversi.
  • Target CPA untuk mengarahkan bidding berdasarkan sasaran biaya per konversi.
  • Maksimalkan Nilai Konversi untuk fokus pada nilai konversi.
  • Target ROAS untuk mengoptimalkan nilai konversi berdasarkan target return.

Jika masih menentukan strategi, gunakan data campaign sebelumnya sebagai salah satu pertimbangan. Pemilihan bidding sebaiknya mengikuti kebutuhan bisnis, bukan hanya mengejar angka tertentu.

Atur Target dan Budget

Jika strategi yang dipilih menggunakan target, masukkan nilai yang sesuai dengan kondisi campaign. Target yang terlalu ketat dapat membatasi peluang sistem dalam mendapatkan konversi.

Pastikan budget juga realistis terhadap target yang ingin dicapai. Budget yang terlalu kecil dapat membuat campaign memiliki ruang terbatas untuk mendapatkan traffic dan mengumpulkan data.

Simpan dan Pantau Campaign

Setelah pengaturan selesai, simpan perubahan dan biarkan campaign berjalan sambil mengumpulkan data. Hindari melakukan perubahan besar secara berulang dalam waktu singkat karena dapat membuat proses evaluasi menjadi kurang jelas.

Pantau perkembangan konversi, biaya, dan metrik utama campaign secara berkala. Jika ingin memahami data apa saja yang perlu diperhatikan, Anda dapat membaca Metrik Google Ads sebagai referensi untuk mengevaluasi performa campaign.

Untuk panduan resmi mengenai cara kerja dan penerapan Smart Bidding, Anda juga dapat melihat dokumentasi Smart Bidding Google Ads dari Google.

Cara Mengevaluasi Performa Smart Bidding

Setelah Smart Bidding aktif, campaign tetap perlu dipantau untuk memastikan strategi yang digunakan berjalan sesuai tujuan. Jangan menilai hasil hanya dari jumlah klik atau CPC, tetapi lihat apakah campaign menghasilkan konversi dengan biaya dan nilai yang sesuai.

Cek Konversi

Perhatikan jumlah konversi yang dihasilkan setelah Smart Bidding berjalan. Bandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat apakah terdapat perubahan pada volume leads, transaksi, atau tindakan lain yang menjadi tujuan campaign.

Pastikan konversi yang tercatat memang relevan dengan tujuan bisnis. Data yang tidak akurat dapat membuat evaluasi performa menjadi kurang tepat.

Bandingkan CPA atau ROAS

Gunakan metrik sesuai strategi yang dipilih. Jika menggunakan Target CPA, perhatikan biaya rata-rata untuk mendapatkan konversi. Sementara itu, Target ROAS perlu dievaluasi berdasarkan nilai konversi yang dihasilkan dibandingkan dengan biaya iklan.

Jangan hanya melihat satu angka. Perhatikan juga perubahan jumlah konversi dan nilai yang dihasilkan agar keputusan optimasi tidak hanya berfokus pada efisiensi biaya.

Perhatikan Perubahan Performa

Smart Bidding dapat dipengaruhi oleh perubahan pada campaign, seperti perubahan budget, keyword, targeting, iklan, atau landing page. Karena itu, ketika performa berubah, cari tahu faktor yang mungkin menjadi penyebabnya sebelum mengubah strategi bidding.

Dengan evaluasi yang konsisten, Smart Bidding dapat dikelola berdasarkan data, bukan sekadar membiarkan sistem bekerja secara otomatis. Jika hasil campaign belum sesuai target, evaluasi kembali conversion tracking, strategi bidding, budget, dan elemen campaign lainnya sebelum melakukan perubahan besar.

Kesimpulan

Smart Bidding dapat membantu Google Ads mengatur bid secara otomatis berdasarkan peluang terjadinya konversi. Namun, hasilnya tetap dipengaruhi oleh tujuan campaign, conversion tracking, strategi bidding, budget, dan kualitas data yang tersedia.

Untuk menggunakannya dengan tepat, pastikan conversion tracking sudah aktif, pilih strategi sesuai tujuan campaign, atur target secara realistis, lalu evaluasi performa berdasarkan konversi, CPA, atau ROAS.

Jika Anda ingin menjalankan Google Ads tanpa harus mengelola bidding dan evaluasi campaign sendiri, Team Forta dapat membantu melalui Jasa Google Ads yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Hubungi admin melalui WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan campaign Anda.

Topik Populer

READY TO SCALE YOUR BUSINESS?

Kami Bukan Sekadar Menjalankan Iklan, Kami Membangun Sistem Pertumbuhan.

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Team Forta